Rabu, 22 Februari 2017

Pewarisan

Pewarisan


A. PENGERTIAN PEWARISAN (INHERITANCE)
Konsep inheritance ini mengadopsi dunia riil dimana suatu entitas/obyek dapat mempunyai entitas/obyek turunan. Dengan konsep inheritance, sebuah class dapat mempunyai class turunan.

Suatu class yang mempunyai class turunan dinamakan parent class atau base class. Sedangkan class turunan itu sendiri seringkali disebut subclass atau child class. Suatu subclass dapat mewarisi apa-apa yang dipunyai oleh parent class.

Karena suatu subclass dapat mewarisi apa apa yang dipunyai oleh parent class-nya, maka member dari suatu subclass adalah terdiri dari apa-apa yang ia punyai dan juga apa-apa yang ia warisi dari class parent-nya.

Kesimpulannya, boleh dikatakan bahwa suatu subclass adalah tidak lain hanya memperluas (extend) parent class-nya.

Dari hirarki diatas dapat dilihat bahwa, semakin kebawah, class akan semakin bersifat spesifik. Class mamalia memiliki seluruh sifat yang dimiliki oleh binatang, demikian halnya juga macan , kucing, Paus dan Monyet memiliki seluruh sifat yang diturunkan dari class mamalia.

Dengan konsep ini, karakteristik yang dimiliki oleh class binatang cukup didefinisikan didefinisikan dalam class binatang saja.

Class mamalia tidak perlu mendefinisikan ulang apa yang telah dimiliki oleh class binatang, karena sebagai class turunannya, ia akan mendapatkan karakteristik dari class binatang secara otomatis. Demikian juga dengan class macan, kucing, Paus dan monyet, hanya perlu mendefinisikan karakteristik yang spesifik dimiliki oleh class-nya masing-masing.

Dengan memanfaatkan konsep pewarisan ini dalam pemrograman, maka hanya perlu mendefinisikan karakteristik yang lebih umum akan didapatkan dari class darimana ia diturunkan.

Class Dan Objek

Class Dan Objek


CLASS ( KELAS )
Class merupakan prototipe yang mendefinisikan variabel-variabel dan method-method secara umum. Sedangkan objek pada sisi yang lain merupakan instansiasi dari suatu kelas.

OBJECT ( OBJEK )
Pada dasarnya semua benda yang ada di dunia nyata dapat dianggap sebagai sebuah objek, nah Jika perhatikan lebih lanjut, pada dasarnya ada dua karakteristik yang utama pada sebuah objek , yaitu setiap objek memiliki atribut sebagai status yang kemudian akan disebut sebagai state. Dan Setiap objek memiliki tingkah laku yang kemudian akan disebut sebagai behaviour.

Sebagai contoh sederhana adalah : Manusia memiliki state: umur, tinggi, berat dan sebagainya. Demikian pula manusia memiliki behaviour: menua, meninggi, makan (menambah berat badan) dan sebagainya. Dalam pemrograman JAVA state bisanya dikatakan sebagai variabel dan behaviour adalah method.


Pengelolaan Input User Pada Operasi Aritmetika Dan Logika

Pengelolaan String

     String adalah objek yang merupakan kumpulan dari elemen karakter – karakter
1.     Fungsi pengolahan String
String dapat dimanipulasi dengan aturan tertentu. Di mana bahasa C/C++ telah menyediakan semua ini ke dalam pustakanya. Berikut adalah fungsi-fungsi yang digunakan untuk melakukan pengolahan pada string.
o    Fungsi strcat
Fungsi strcat digunakan untuk menggabungkan dua string menjadi satu.
Contoh penggunaaan :
char *str1 = “Hello “;
char *str2 = “World”;
char *str3 = strcat(str1, str2);
Maka nilai dari str3 adalah : Hello World
o    Fungsi strlen
Fungsi strlen digunakan untuk menghitung panjang karakter pada suatu string. strlen adalah fungsi yang bertipe data integer.
Contoh penggunaan :
char *str = “Hello”;
int jum = strlen(str);
Maka nilai dari jum adalah : 5
o    Fungsi strcpy
Fungsi strcpy digunakan untuk menyalin isi string ke suatu variabel.
Contoh penggunaan :
char *str1 = “Hello”;
char *str2;
strcpy(str1, str2);
Maka nilai dari str2 adalah sama dengan nilai str1 yaitu Hello
o    Fungsi strupr
Fungsi strupr digunakan untuk mengubah semua karakter huruf yang terdapat pada suatu variabel menjadi huruf besar semua (Uppercase).
Contoh penggunaan :
char *str = “Hello”;
strupr(str);
Maka nilai str sekarang adalah : HELLO
o    Fungsi strlwr
Fungsi strlwr digunakan untuk mengubah semua karakter huruf yang terdapat pada suatu variable menjadi huruf kecil semua (Lowercase).
Contoh penggunaan :
char *str = “Hello”;
strlwr(str);
Maka nilai str sekarang adalah : hello

Jenis-Jenis Aritmetika Dan Logika Pemrograman Desktop


               Nah sekarang mari kita bahas mengenai operator. Di setiap bahasa pemrograman selalu ada yang namanya operator, ya termasuk pada VB.Net. Operator digunakan untuk mengoperasikan suatu nilai data, atau dapat juga dibilang untuk menunjukkan suatu program dalam mengekspresikan suatu statement, operator bisa juga disebut sebagai penentu suatu tindakan yang akan dilakukan pada suatu operand, nah operand nya adalah objeknya itu sendiri atau datanya yang akan ditindaklanjuti menggunakan suatu operator.

              Pada pembahasan sebelumnya kita sudah banyak menggunakan operator, misalkan pada saat kita menjumlahkan dan mengurangi dua variable kita menggunakan operator +(plus) dan operator –(minus), nah operator + dan operator – ini disebut sebagai operator aritmatika, kemudian kemarin kita juga sering menggunakan operator  = (sama dengan), nah operator = ini disebut dengan operator penugasan, tanda =(sama dengan) ini sering digunakan untuk memasukkan sebuah nilai kedalam suatu variable, contohnya seperti “Angka1 = 10”.

Nah jenis operator pada VB.Net bukan hanya operator aritmatika dan operator penugasan saja, ada banyak jenis operator yang akan kita bahas kali ini, sekarang mari kita bahas dimulai dari operator aritmatika terlebih dahulu.
·         Operator aritmatika.

Operator aritmatika digunakan untuk melakukan operasi perhitungan terhadap suatu data numerik, operator-operator yang termasuk kedalam aritmatika akan disebutkan dibawah table berikut ini beserta contohnya, urutan nomornya juga menunjukkan tingkatan prioritasnya.

No / Prioritas
Simbol
Fungsi
1
^
Pemangkatan
     Hasil = angka1 ^ angka2
     Msgbox(Hasil)
2
*
Perkalian
     Hasil = angka1 * angka2
     MsgBox(Hasil)
/
Pembagian Biasa
     Hasil = angka1 / angka2
     MsgBox(Hasil)
3
\
Pembagian integer(Bilangan Bulat)
     Hasil = angka1 \ angka2
     MsgBox(Hasil)
4
Mod
Sisa bagi
     Hasil = angka1 mod angka2
     MsgBox(Hasil)
5
+
Penjumlahan
     Hasil = angka1 + angka2
     MsgBox(Hasil)
-
Pengurangan
     Hasil = angka1 – angka2
     MsgBox(Hasil)

Urutan nomor diatas juga mewakili tingkatan prioritasnya, prioritas maksudnya adalah mana yang harus ditindak lanjuti terlebih dahulu oleh program, pemangkatan memiliki prioritas tertinggi dan penjumlahan atau pengurangan memiliki prioritas terendah, misalkan contohnya kaya begini :
                Nilai = 2 + 3 ^ 2 * 5
Nah pada contoh diatas program akan menghitung pemangkatan terlebih dahulu (3 ^ 2), kemudian perkalian, baru terakhir penjumlahan.

Apa bedanya “/” dengan “\”? kalau “/” untuk pembagian biasa, sementara kalau “\” untuk pembagian bilangan integer, artinya hanya bilangan bulatnya saja yang diambil. Contoh kita melakukan proses perhitungan dengan tipe data single.
Dim Angka1, Angka2, Hasil as single
Angka1 = 10
Angka2 = 3
Hasil = angka1 / angka2
MsgBox(Hasil)
Jika dijalankan maka hasilnya adalah “3.3333333”.

Tapi kalau operator pada proses perhitungannya diubah dengan “\” maka hasilnya adalah “3” saja, karena Cuma bilangan bulatnya saja yang diambil.
·         Operator perbandingan

Operator perbandingan digunakan untuk membandingkan dua buah operand atau lebih, hasil dari operasi perbandingan selalu menghasilkan nilai boolen yaitu True atau False. Jika nilai yang diuji dalam perbandingannya benar maka hasil dari operasi ini akan menghasilkan nilai True, tapi jika nilai yang diuji dalam perbandingannya salah maka hasil dari operasi ini akan menghasilkan nilai False.
Berikut adalah table yang berisi daftar operator perbandingan beserta contohnya :

No
Simbol
Fungsi
1
< 
Kurang dari, digunakan seperti ini :
     If nilai1 < 10 then
     MsgBox(“nilai1 kurang dari 10”)
     End if
2
> 
Lebih dari, digunakan seperti ini :
     If nilai1 > 10 then
     MsgBox(“nilai1 Lebih dari 10”)
     End if
3
<=
Kurang dari atau sama dengan, digunakan seperti ini :
     If nilai1 <= 10 then
     MsgBox(“nilai1 kurang atau sama dengan 10”)
     End if
4
>=
Lebih dari atau sama dengan, digunakan seperti ini :
     If nilai1 >= 10 then
     MsgBox(“nilai1 lebih atau sama dengan 10”)
     End if
5
=
Sama dengan, digunakan seperti ini :
     If nilai1 = 10 then
     MsgBox(“nilai1 = 10”)
     End if
6
<> 
Tidak sama dengan, digunakan seperti ini :
     If nilai1 <> 10 then
     MsgBox(“nilai1 tidak sama dengan 10”)
     End if
7
Like
Digunakan untuk membandingkan suatu string dengan pola tertentu
·         Operator Logika

Operator logika digunakan untuk melakukan operasi logika matematika seperti konjungsi, disjungsi, dan negasi. Sama seperti operator perbandingan, operator logika juga akan menghasilkan nilai True atau False, yang termasuk kedalam operator-operator logika adalah “and”, “or”, “Xor”, dan “not” atau “negasi”, setiap operator tersebut memiliki table kebenarannya masing-masing dan akan dijabarkan pada table dibawah ini :

And
Op1
Op2
Hasil
 true
true
True
false
false
False
true
false
False
false
true
False

Or
Op1
Op2
Hasil
false
false
False
True
true
True
true
false
True
false
true
True

Xor
Op1
Op2
Hasil
true
false
True
false
true
True
true
true
False
false
false
False

Not
op
Hasil
false
True
true
False

Operator and akan menghasilkan nilai True jika kedua operatornya bernilai True, dan sisanya akan bernilai false.

Operator or akan menghasilkan nilai false jika kedua operatornya bernilai false, dan sisanya akan bernilai true.

Operator Xor akan menghasilkan nilai true jika kedua operatornya memiliki nilai yang berbeda dan akan menghasilkan nilai false jika kedua operatornya memiliki nilai yang sama(false, false | atau true, true).

Operator not adalah kebalikannya, kalau operator awal bernilai True maka hasilnya adalah False, kalau operator awal bernilai False maka hasilnya adalah True.

Berikut adalah contoh penulisan untuk operator And dan Or.
If angka1 > 5 and angka1 < 10 then
MsgBox(“angka1 lebih dari 5 dan kurang dari 10”)
End if
Penulisan kode diatas sama seperti penulisan kode dibawah ini :
If angka1 > 5 then
If angka1 < 10 then
MsgBox(“angka1 lebih dari 5 dan kurang dari 10”)
End if
End if
Coba deh sobat perhatikan kodingan diatas, MsgBox hanya akan menampilkan pesannya jika nilai dari variable angka1 lebih dari 5 dan disaat itu juga nilai dari variable angka1 dibawah 10, kalau misalkan nilai dari angka1 adalah 20, berarti sudah memenuhi kondisi pertama tapi tidak memenuhi kondisi kedua sehingga MsgBox tidak akan ditampilkan, begitu juga jika nilai dari variable angka1 adalah 3, berarti tidak memenuhi kondisi pertama tetapi memenuhi kondisi kedua sehingga MsgBox juga tidak akan ditampilkan.

Sedangkan untuk operator Or contohnya adalah seperti dibawah ini :
If angka1 > 5 or angka1 < 10 then
MsgBox(“angka1 lebih dari 5 atau kurang dari 10”)
End if
Penulisan kode diatas juga bisa ditulis seperti dibawah ini :
If angka1 > 5 then
MsgBox(“angka1 lebih dari 5 atau kurang dari 10”)
End if
If angka1 < 10 then
MsgBox(“angka1 lebih dari 5 atau kurang dari 10”)
End if
Sekarang mari kita telaah kode diatas. Dengan operator Or jika nilai dari variable angka1 hanya memenuhi satu kondisi saja maka tetap bisa menampilkan pesan dari MsgBox, kalau nilai dari variable angka1 lebih dari 5 maka akan menampilkan MsgBox, kalau nilai dari variable angka1 kurang dari 10 maka juga akan menampilkan MsgBox. Misalkan nilai dari variable angka1 adalah 20 maka akan menampilkan MsgBox karena memenuhi kondisi pertama yaitu lebih dari 5, dan jika misalkan nilai dari variable angka1 adalah 2 maka akan tetap menampilkan MsgBox karena memenuhi kondisi kedua yaitu kurang dari 10 walaupun tidak memenuhi kondisi pertama.
·         Operator penugasan

Selanjutnya adalah operator penugasan. Operator penugasan merupakan operator yang digunakan untuk memasukkan suatu nilai kedalam sebuah variable, umumnya operator penugasan yang sering digunakan adalah tanda =(sama dengan), operator ini sudah sering kita praktekkan pada pembahasan sebelumnya, tapi ternyata masih ada operator lain yang termasuk kedalam operator penugasan selain dari tanda =(sama dengan), dan akan dijabarkan pada table dibawah ini :

Simbol
Contoh
Persamaan
^=
Angka1 ^= angka2
Angka1 = angka1 ^ angka2
*=
Angka1 *= angka2
Angka1 = angka1 * angka2
/=
Angka1 /= angka2
Angka1 = angka1 / angka2
\=
Angka1 \= angka2
Angka1 = angka1 \ angka2
+=
Angka1 += angka2
Angka1 = angka1 + angka2
·         Operator penyambung

Ada 1 jenis operator lagi sob, yaitu operator penyambung, operator penyambung ini digunakan untuk menyambungkan dua buah operand atau lebih yang memiliki tipe data string. Contoh dari jenis operator ini adalah tanda “&” dan tanda “+”. Contohnya adalah seperti dibawah ini :
Dima Nama1, Nama2, Gabungan As String
Nama1 = “Fadly”
Nama2 = “Rifai”
Gabungan = Nama1 & Nama2
Maka nanti kalau dijalankan hasilnya adalah : FadlyRifai.
Kalau ingin menambahkan spasi diantara kedua kata tersebut cukup ditambahkan blank menjadi seperti ini :
Gabungan = Nama1 & “ ” & Nama2
Maka nanti hasilnya seperti ini : Fadly Rifai
Nah itulah tadi pembahasan mengenai jenis-jenis operator dalam VB.Net, semoga bermanfaat.


Array Pada Java

         Array adalah sekumpulan data yang mempunyai nama variabel dan tipe data yang sama. karena mempunyai nama variabel yang sama, maka untuk membedakan data yang satu dengan yang lainnya maka digunkanlah nomor index. Bayangkan jika dalam program kita membutuhkan variabel yang banyak, misalnya 100 variabel. Maka, kalau kita harus mendeklarasikan satu-persatu hal ini akan kurang effisien. Maka di Java ada konsep yang dinamakan dengan array. Untuk memberikan keterangan yang jelas mengenai array maka dapat digambarkan sebagai berikut:
array
array

Deklarasi Array

Untuk mendeklarasikan array bisa digunakan beberapa cara sebagai berikut:
Tidak menyebutkan berapa jumlah elemen array. Untuk menyatakan berapa elemen dalam array, bisa diberikan setelah pendeklarasian. Format umumnya sebagai berikut:
typeData[] namaArray;
atau bisa juga
typeData namaArray[];
Kurung siku bisa ditulis setelah tipeData atau namaArray-nya.

Contoh:
int[] bilangan;
atau
int bilangan[];
 
Untuk menyatakan berapa elemen dalam array gunakan format umum sebagai berikut:
namaArray = new tipeData[jumlahElemen];
contoh:
bilangan = new int[10];
 
Dengan menyebutkan berapa jumlah elemen array yang dibuat. Untuk mendeklarasikan array dengan menyebutkan jumlah elemen yang bisa dimuat dalam array, menggunakan format umum sebagai berikut:
tipeData[] namaVariabel = new tipeData[jumlahElemen];
contoh:
int[] bilangan = new int[10];

Tidak menyebutkan berapa jumlah array tetapi langsung mengisinya dengan elemen-elemen array-nya. Format umumnya adalah sebagai berikut:
tipeData[] namaVariabel = {elemenKe-1, elemenKe-2, elemenKe-3, ..., elemenKe-n}
contoh
int[] bilangan = {9,7,6,3,5}
 
Perlu diketahui bahwa index array di Java di mulai dari 0, bukan dari 1. Sehingga apabila suatu array mempunyai kapasitas 10 elemen, maka nomor index-nya dimulai dari 0 sampai 9. Kalau array bisa kapasitasnya n elemen, maka nomor index-nya dimulai dari 0 sampai n-1.

Memberikan nilai pada array

Untuk memberikan nilai pada array, dengan cara menyebutkan nomor index-nya. Ingat, bahwa array bisa menampung data lebih dari satu dan setiap elemennya mempunyai nomor index untuk membedakan dengan elemen yang lain. Format umum untuk memberi nilai array pada nomor index tertentu adalah sebagai berikut:
namaArray[nomorIndex] = nilai;
contoh
bilangan[0] = 5;
Maksud dari pernyataan di atas adalah, array dengan nama bilangan pada index ke-0 diisi dengan nilai 5.
contoh lain:
bilangan[1] = 7;
bilangan[2] = 4;
bilangan[3] = 6;

Mengetahui elemen array

Untuk mengetahui elemen array pada index tertentu, maka bisa digunakan format umum sebagai berikut:
namaArray[noIndex];
contoh:
bilangan[3];
misalnya kalau digunakan dalam statement berikut:
System.out.println(bilangan[3])
maka di layar akan ditampi elemen array bilangan pada index ke-3.

Mengetahui kapasita (elemen) array

Untuk mengetahui kapasitas (jumlah) elemen yang bisa ditampung array digunakan method length, bentuk umumnya adalah sebagai berikut:
namaArray.length;
contoh:
bilangan.length;
Contoh program:
//Nama Program: Contoh1.java
public static void main(String[] args) {
  public class Contoh1 {
    bilangan = new int[10];
    int[] bilangan;
    bilangan[0] = 5;
    bilangan[1] = 6;
    bilangan[2] = 9;
    bilangan[3] = 8;
    bilangan[4] = 7;
    bilangan[5] = 2;
    bilangan[6] = 3;
    bilangan[7] = 4;
    bilangan[8] = 1;
    for(int x=0; x < bilangan.length; x++) {
      System.out.println("array index" + "["+ x + "]" + " = " + bilangan[x]);
    }
    System.out.println("kapasitas array = " + bilangan.length);
  }
}
output program:
array index[0] = 5
array index[1] = 6
array index[2] = 9
array index[3] = 8
array index[4] = 7
array index[5] = 2
array index[6] = 3
array index[7] = 4
array index[8] = 1
array index[9] = 0
kapasitas array = 10
Pada program Contoh1.java data array diisi langsung dalam program dengan mengakses masing-masing nomor indeks-nya. Untuk menampilkan datanya menggunakan perulangan for… Array dengan tipe data integer yang pada nomor indeks tertentu  tidak diisi data, akan diisi dengan nilai default 0.
contoh lain:
//Nama Program: Contoh2.java
import javax.swing.JOptionPane;
public class Contoh2 {

  public static void main(String[] args){
    int[] data = new int[5];
    int index;

    for(index=0; index<=data.length-1; index++) {
    data[index] = Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog("data ke-" + (index+1)));
    }
    for(index=0; index<=data.length-1; index++) {
    System.out.println("data" + "[" + index + "]" + " = " + data[index]);
    }

  }

}
output program:
pengisian data pada nomor indeks ke-0
pengisian data pada nomor indeks ke-0
pengisian data pada nomor indeks ke-0
pengisian data pada nomor indeks ke-1
pengisian data pada nomor indeks ke-2
pengisian data pada nomor indeks ke-2
pengisian data pada nomor indeks ke-3
pengisian data pada nomor indeks ke-3
pengisian data pada nomor indeks ke-4
pengisian data pada nomor indeks ke-4
data[0] = 8
data[1] = 5
data[2] = 9
data[3] = 6
data[4] = 1
Penjelasan:
Pada program Contoh2.java, untuk pengisian elemen data pada indeks tertentu digunakan looping for… dan untuk pengisiannya dilakukan oleh user pada saat menjalankan program. Untuk menampilkan GUI input data digunakan class JOptionPane.showInputDialog(). Setelah semua data di-inputkan maka ditampilkan dalam mode console menggunakan looping for… juga.
//Nama Program: Contoh3.java
import javax.swing.JOptionPane;
public class Contoh3 {

  public static void main(String[] args) {

    int index = 0;
    boolean ada = false;
    int[] data = new int[5];

    data[0] = 1;
    data[1] = 2;
    data[2] = 3;
    data[3] = 4;
    data[4] = 5;

   int cari = Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog("Cari data = "));
   for(index=0; index<=data.length-1; index++) {
     if(data[index]==cari) {
     ada = true;
     break;
     }
   }

   if (ada == true)
     JOptionPane.showMessageDialog(null,"ada di index data " + "[" + index + "]");
   else
    JOptionPane.showMessageDialog(null,"tidak ada");
  }

}
output program:
input data yang dicari
input data yang dicari
data ditemukan dalam array di inedeks ke-4
data ditemukan dalam array di inedeks ke-4
input data yang dicari
input data yang dicari
dalam array tidak ditemukan data yang dicari (7)
dalam array tidak ditemukan data yang dicari (7)
Penjelasan:
Pada program Contoh3.java, Pengisian data array dilakukan langsung dalam program dengan mengakses nomor indeks-nya. Untuk pencarian data digunakan teknik skuensial, yaitu menelurusi satu-persatu data dalam array yang dicocokan dengan data yang dicari, mulai dari indeks ke-0 sampai indeks yang terakhir menggunakan looping for… Data yang dicari di-input-kan oleh user pada saat menjalankan program menggunakan GUI class JOptionPane.showInputDialog(). Jika data yang dicari ditemukan dalam array pada indeks tertentu maka akan ditampilkan pesan “ada di index data[4]“, yang maksudnya adalah data yang dicari ditemukan dalam array dengan nama data pada indeks ke-4. Sebaliknya jika data tidak ditemukan, maka ditampilkan pesan “tidak ada”, maksudnya data tidak ditamukan dalam array tersebut. Untuk menampilkan pesan digunakan class JOptionPane.showMessageDialog.

PENGERTIAN, JENIS, ATURAN EXCEPTION (TRY CATCH & FINALLY)

PENGERTIAN EXCEPTION Exception adalah setiap kejadian yang abnormal, tidak diharapkan, dan kondisi yan g tidak umum yang mungkin ter...